PIAUD : Pada tanggal 28 Oktober 2023, dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nurhayati, M.Pd, seorang praktisi pendidikan, mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara orangtua dan pendidik dalam membentuk karakter Pelajar Pancasila melalui Kurikulum Merdeka di era digital.
Menurut Nurhayati, Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas yang lebih besar bagi pendidik untuk menyesuaikan metode dan materi ajar sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik. Namun, agar tujuan pembentukan karakter yang termuat dalam nilai-nilai Pancasila bisa tercapai, dibutuhkan kerjasama yang erat antara orangtua dan sekolah.
Mengoptimalkan Peran Orangtua
Nurhayati menegaskan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak, terutama dalam hal penguatan nilai-nilai moral dan sosial. Di era digital yang semakin maju, orangtua harus bisa menjadi contoh yang baik serta memberikan bimbingan yang tepat dalam penggunaan teknologi kepada anak. “Teknologi bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan harus dimanfaatkan dengan bijak untuk mendukung pendidikan karakter,” jelas Nurhayati.
Peran Pendidik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Di sisi lain, pendidik berperan dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi guru untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila, yang mencakup sikap gotong royong, rasa hormat, toleransi, dan cinta tanah air. “Pembentukan karakter harus dimulai dari pendidikan di sekolah, tetapi akan lebih optimal jika ada dukungan dari lingkungan keluarga,” tambah Nurhayati.
Tantangan di Era Digital
Di tengah kemajuan teknologi, Nurhayati juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para orangtua dan pendidik dalam memastikan bahwa anak-anak tidak terjebak dalam dunia maya yang tidak memberikan nilai-nilai positif. Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam membimbing anak agar mereka dapat menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti untuk pembelajaran dan mengakses informasi yang dapat mendukung pembentukan karakter.
Kolaborasi yang Sinergis
Nurhayati menyimpulkan bahwa, untuk mencapai tujuan pendidikan karakter yang diinginkan dalam Kurikulum Merdeka, dibutuhkan kolaborasi yang sinergis antara orangtua, pendidik, dan masyarakat. Dengan sinergi ini, diharapkan para pelajar dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Diskusi ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari sekolah, orangtua, serta pemerhati pendidikan, yang semuanya sepakat bahwa pembentukan karakter Pelajar Pancasila adalah hal yang harus dilakukan secara bersama-sama, dengan kesadaran dan komitmen yang tinggi dari semua pihak.
