Dosen IAI Al-Qolam Bahas Lima Proposal Penelitian dan Pengabdian dalam Seminar LP3M

Pada Sabtu, 23 November 2019, LP3M IAI Al-Qolam menggelar seminar proposal penelitian dan pengabdian masyarakat khusus bagi para dosen. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris LP3M selaku penyelenggara, serta Dr. Kholik yang bertindak sebagai reviewer. Sebanyak lima proposal dipaparkan dan dibahas dalam forum tersebut.

Presentasi pertama disampaikan oleh Nurhayati, M.Pd. yang mengusung penelitian bertajuk “Stres pada Ibu Rumah Tangga”. Dalam paparannya, ia menguraikan stres yang timbul akibat beragam tuntutan dalam kehidupan rumah tangga. Subjek penelitian meliputi guru PIAUD dan orang tua wali murid PIAUD, dengan tujuan membandingkan tingkat stres antara ibu yang bekerja sebagai guru PIAUD dan ibu yang tidak bekerja. Menanggapi hal tersebut, reviewer memberikan masukan agar variabel pengganggu turut dimunculkan, mengingat stres dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Presentasi kedua dibawakan oleh Evi Nur Halimah, M.Pd. dengan judul “Model Pendidikan Anak Usia Dini dalam Setting Pondok Pesantren”. Objek penelitiannya adalah Ponpes Al-Rifaki dan Ponpes Al-Hikam. Reviewer menyarankan agar aspek yang diteliti dipertajam, baik dari sisi pembelajaran, aktivitas di luar kelas, budaya, kurikulum, maupun suasana yang terbentuk.

Presentasi ketiga disampaikan oleh Muhammad Hilal, M.Phil. yang mengajukan kajian “Konsep Pendidikan menurut Ibnu Rusyd”. Ia memaparkan bahwa Ibnu Rusyd dikenal sebagai filsuf yang konsisten pada rasionalisme sekaligus ahli fikih dan filsafat. Pembahasan konsep pendidikan mencakup hakikat peserta didik, konsep pendidik, kurikulum, dan evaluasi. Meski demikian, konsep pendidikan menurut Ibnu Rusyd dinilai masih memerlukan penggalian yang lebih mendalam.

Presentasi keempat diajukan oleh Muhammad Amirudin, M.Pd. dengan judul “Pola Komunikasi Santri Madura yang Mengalami Culture Shock dalam Interaksi Sosial (Studi Kasus Pondok Pesantren Raudlotul Muhlisin Bululawang Malang)”. Di antara proses pola komunikasi yang dikaji adalah alih kode dan campur kode. Temuan proses dan pola komunikasi tersebut diharapkan dapat menjadi teori baru dan rujukan bagi para peneliti di bidang ilmu sosial.

Diposkan di Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *